UTS BAHASA JURNALISTIK

PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DAN CERITA MANIS YANG SULIT DILUPAKAN
Bagi mahasiswa yang tidak suka dengan keramian, pendiam dan suka menyendiri keluar dari zona nyaman merupakan hal yang sulit bagi orang yang mempunyai sifat introvert seperti saya. Keluar dari zona nyaman dan mengikuti suatu program dari Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia merupakan hal yang sangat luar biasa. Beruntung saya bisa melepasakan zona nyaman saya untuk mengikuti program kampus mengajar. Kampus mengajar merupakan sebuah program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar diluar kelas selama satu semester dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pengembangan strategi dan model pembelajaran yang kreatif dan inovatid di satuan pendidikan, sasaran, dengan fokus pada peningkatan kemampuan litetasi dan numerasi siswa di sekolah sasaran.
Setelah melewati proses pendaftaran, seleksi berkas dan tes beberapa kali akhirnya pengumuman lolos telah di kirim melalui email. Saya bahagia bukan main saat menerima kabar tersebut bahwasanya saya keterima untuk menjadi salah satu mahasiswa dari program kampus mengajar. Segera saya memberi kabar Bunda saya bahwa saya keterima program tersebut, ia sangat senang bahwa saya akhirnya keluar dari zona nyaman dan bisa mempunyai banyak waktu dengan saya di tempat di salah satu SD di kawasan yang cukup dekat dengan rumah saya. Program kampus mengajar berjalan kurang lebih selama 6 bulan di hitung dari 24 Januari sampai 30 Juni 2022. Setelah mengikuti pembekalan segera saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai di Solo. Yakni urusan kuliah, pertemanan saya, dan lain halnya agar selama mengikuti program saya tidak terlalu keteteran.
Suatu hal yang saya pikirkan dalam masa pembekalan ini adalah kenyaan bahwa kelompok KM (Kampus Mengajar) saya adalah seluruhnya perempuan. Kami di tempatkan di dalah satu SD yang berada di Kecamatan Gemolong yakni SD Negeri Gemolong 4. Di daerah Gemolong ini terdapat tempat jajan yang murah dengan rasa yang enak dan penjual yang ramah tamah.
Oh ya, saya lupa memperkenalkan tim KM (Kampus Mengajar) saya. Saya perkenalkan berdasarskan urutan abjad saja, pertama Ananda (Pendidikan Akuntasi, dari Universitas Negeri Semarang) atau sering di panggil Mbak Nan. Mbak Nan menjadi ketua selama kami menjalankan KM di SD, Mbak Nan sering di sebut Mbak galak karena pembawaan yang tegas membuat siswa menjadi sungkan kepadanya. Kemudian ada Fauziyah (Pendidikan Matematika, dari Universitas Muhammadiyah Surakarta). Dipanggil Mbak Fauz, dia paling jago mc dan menjadi Mbak favorit selama di SD karena pembawaan yang santai ketika mengajar matematika membuat para siswa mudah untuk memahaminya. Jika makan dengan Mbak Fauz harus di garis bawahi bahwa dia tidak bisa makan pedas dan tidak bisa makan sambal. Ada Neti (Pendidikan Geografi dan Geografi murni mahasiswa twinning, dari Universitas Muhammadiyah Surakarta). Sering dipanggil Mbak Neti si paling sibuk karena dia mahasiswa twinning, suka sekali membelikan jajan pada kami ketika dia selesai pulang dari kampus. Dan yang terakhir Ricky (Pendidikan Matematika) kami sering memanggilnya Aunty Rich, paling rajin bersih-bersih, orangnya perfectionist, dan sabar menghadapi tingkah kami yang terkadang abstruk.
Bersama keempat orang ini, saya sibuk mengurus proker, menggabut, jajan, dan bermain. Selama di sekolah kami melaksanakan beberapa proker seperti setiap pagi kami melaksanakan pembiasaan pagi yakni kami membawakan buku cerita dari perpustakaan untuk dibaca siswa jika kelas atas seperti kelas 3-6 kami memberikan buku untuk dibaca dan menulis apa yang ada di dalam cerita tersebut biasanya kami memberikan 5-6 halaman untuk mereka baca dan memberikan waktu selama 15 menit. Untuk kelas kecil kelas 1-2 kami membacakan cerita tersebut.
Ada proker majalah dinding yakni kami berkolaborasi dengan siswa untuk membuat majalah dinding yakni diisi dengan karya siswa dan mahasiswa KM (Kampus Mengajar) mahasiswa meminta tolong kepada siswa untuk membuat sebuah karya sepeti puisi atau menggambar nantinya karya tersebut akan dipajang di madding. Biasanya pembuatan majalah dinding melibatkan siswa kelas 4-6, untuk pergantian isi di madding sendiri biasanya kami mengganti setiap 3 minggu. Kami berkolaborasi dengan siswa agar suatu saat siswa bisa membuat madding sendiri dan tidak binggung jika suatu saat diminta untuk membuat madding.
Kemudian ada jum’at sehat yakni kami melaksanakan senam dan jalan sehat. Biasanya kami melaksanakannya dengan kolaborasi dengan guru untuk rute jalan sehatnya. Karena kami tidak tahu terkait rute yang ada di sekitar SD tersebut. “Mbak seadanyaine awakmu wes gak ngajar bakal kangen awake dewe gak” (Mbak seadnya kamu sudah engga ngajar bakal kami engga) celutuk siswa kelas 1 yang bernama Juna anak yang manis dan cepat memahami saat kami jalan sehat. Dalam hati sangat sulit untuk berpisah dengan di kelilingi anak manis dan baik di SD ini, tetapi kami juga sadar bahwasanya kami di sini hanya melaksanakan program siap tidak siap nantinya kami akan pisah.
Kemudian proker penghijauan dilaksanakan sebelum kami penarikan proker ini mahasiswa menanam kembali tanaman berupa beberapa tumbuhan. Tanaman diberi Ibu kepala sekolah yang sangat baik kepada kami, sehingga kami hanya membeli pupuk dan menanam kembali. Mulai dari tempat parkiran sepeda siswa dan taman yang gersang kami tanan kembali beberpa tanaman. Proker diatas merupakan proker yang berkesan bagi saya, hal tersebut merupakan kisah manis yang tidak akan pernah saya lupakan bertemu dengan anak-anak manis, baik, polos, memiliki tingkah yang aktif, dan mempunyai latar belakang yang berbeda.

Komentar