TERJUN DALAM DUNIA KEPENDIDIKAN, UNTUK MENDAPATKAN BEKAL ILMU DI MASA DEPAN

Penulisan : Aisah Nurul Khotimah. Gemolong, 19 Mei 2022
Di dalam sebuah ruangan perpustakaan dengan diameter kurang lebih 15x20 meter persegi, tepatnya di SD Negeri Gemolong 4, terdapat lima mahasiswi dari dua Universitas yang berbeda yaitu terdapat dua mahasiswi dari Universitas Negeri Semarang dan tiga dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Lima mahasiswi tersebut berada di semester enam, dengan fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mereka di sana untuk menjalankan tugasnya yaitu mengikuti program kampus mengajar program ini merupakan bagian dari program kampus merdeka program dari Pak Nadiem Makarin. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkankan diri melaui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Di program kampus mengejar, mahasiswa akan ditempatkan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di seluruh Indonesia dan membantu proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Program kampus mengajar ini berjalan kurang lebih selama satu semester yaitu 5-6 bulan lamanya.
Lima mahasiswi ini masing-masing berbeda wilayah, berbeda latar belakang pendidikan, yaitu terdapat beberapa jurusan Aisah dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Ananda dari Universitas Negeri Semarang dengan jurusan Pendidikan Akutansi, Fauziyah dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan jurusan Pendidikan Matematika, Neti dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan jurusan Pendidikan Geografi, dan Rizcy dari Universitas Negeri Semarang dengan jurusan Pendidikan Matetamatika. Tersisa dua semester lagi mereka untuk mewisudakan diri tentunya harapan ini menjadi target bagi mereka agar cepat lulus dan membanggakan kedua orang tua. Ananda Nama dari ketua selama kami membantu proses mengajar di SD Negeri Gemolong ini, Ananda memiliki kulit putih langsat dengan menggunakan kacamata dan memiliki tubuh yang tinggi dan sedikit berisi. Ia berasal dari Sragen Kota, ia salah satu penggemar drama korea ia tidak bisa terlewatkan untuk tidak bisa nonton drama ini dalam sehari. Ia juga merupakan penggemar salah satu boyband di korea, yaitu EXO, ia menyukai boyband tersebut dari SMA. Mengenai Ananda ini ia merupakan orang yang suka berbicara dari kami berlima. “Mbak iki lo drama our blues apik rekomendasi banget akeh pelajaran sek dioleh”. “Mbak ini loh drama our blues rekomendasi banyak pelajaran yang didapat”. Celutuknya kepada kami agar ikut menonton drama tersebut.
Rizcy atau Cicik merupakan mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang, bertempat tinggal di Sragen Kota ia juga mengikuti program kampus mengajar. Memiliki tubuh yang tinggi dan kurus memiliki kulit putih. Cicik orang yang rajin dan selalu tepat waktu ketika berangkat menuju ke SD Negeri Gemolong 4. Dengan motor scoppy yang berwarna merah dan helm bogo berwarna hitam serta kacamata hitamnya menjadi ciri khasnya. Ia sangat tergila-gila dengan drama Thailand F4 sampai-sampai drama tersebut kerap kali ia putar ulang. “Ya tuhan semoga jodohku seperti Dwe Jirawat, ganteng to the bone” celutuknya ketika kami sedang menta buku di rak perpustakaan. Membuat kami tertawa lantaran celutukannya.
Aisah, mahasiswi ceria bertempat tinggal di Sragen yaitu di daerah Gemolong. Berjarak kurang lebih 27 KM untuk menuju ke kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta. Aisah memiliki postur tubuh tinggi dan kurus, memiliki kulit kuning langsat ia senang menggunakan kemeja dengan gaya kaos putih atau hitam kemudian di luarnya menggunakan kemeja polos. Ketika ia sedang memarkirkan motor di SD Negeri Gemolong 4 banyak siswa yang memberikan pertanyaan untuknya seperti. “Mbak Ais mengko ngajar nang kelaskukan?” hal tersebut sering kali ditanyakan ketoka ia baru sampai di sekolah. Tak jarang hal tersebut membuat dirinya menjadi salah satu pengajar yang dinantikan muridnya di kelas. “Wah mbak Ais wes cocok iki karo cah cilik-cilik seneng gek ndang nikah Mbak” komentar Fauziyah “Durung siap mental Uzah …. Tangi shubu-shubuh masak durung siap”. Jawab Aisah membalas gurauan dari Fauziyah. Begitulah gurauan-gurauan yang terjadi ketika Aisah dan Fauziyah duduk berdua selalu ada cerita dan tawa ketika mereka bersama. Aisah orang yang usil sering kali ia menyembunyikan kunci motor rekan-rekannya, sehingga sering membuat temannya kebingungan lantaran kuncinya tidak ada.
Fauziyah mahasiswa paling ngaret dari kami berlima, bertempat tinggal di Masaran ia merupakan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan Jurusan Pendidikan Matematika ia satu Fakultas dengan Aisah. Fauziyah memiliki kulit kuning langsat dengan perawakan tinggi dan kurus. Salah satu orang paling sibuk dari kami karena ia sering mengikuti rapat. Tak jarang kami mengerjakan tugas kuliah bersama setelah selesai mengajar. Karena pada semester enam ini kami hanya dapat konversi mata kuliah tiga sks saja. Dalam mengikuti program kampus mengajar ini kami mendapatkan konversi (pengganti kuliah) sebanyak dua puluh sks, untuk Universitas Negeri Semarang konversi tersebut full di ambil di semester enam ini, sedangkan untuk Universitas Muhammadiyah Surakarta tidak bisa full selama satu semester tersebut hal tersebut membuat kami harus kuliah dengan via daring. Berbicara mengenai Fauziyah dia orang yang memiliki banyak cerita hal tersebut membuat ia dikenal dengan cerewetnya dan juga ceria. Tak jarang juga ceritanya membuat kami tertawa terpingkal-pingkal akibat ulahnya. Seperti saat ini ketika ingin membahas program kerja untuk kedepannya di SD ini dan bingung mencari tempat Fauziyah disini menyelutuk “Pie nak bahas proker neng Bakso Malang Bu Indah?, tapi barbaksone entek diusir wong dinggo mangan og malah dinggo bahas proker”. “ Bagaimana kalo kita membahas proker di Bakso Malang Bu Indah?, tapi baksonya sudah habis diusir orang buat makan kok malah mau bahas proker”. Sontak hal ini membuat kami tertawa.
Neti merupakan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan Jurusan Pendidikan Geografi, bertempat tinggal di Sragen Kota. Memiliki tubuh yang sedikit berisi dan tinggi dan memakai kacamata. Orang yang rajin ketika membuat madding, ia memiliki tulisan tangan yang sangat bagus dari kami berlima. Sering kali mengeluarkan kata tegasnya ketika mengajar membuat para siswanya sedikit takut padanya.
Pada tanggal 29 Juni 2022 kami telah menyelesaikan semua program kerja yang kami buat di SD Negeri Gemolong 4. Setelah menyelesaikan kami kembali di tarik lagi dari dinas pendidikan untuk kembali ke Universitas kami masing-masing untuk melaksanakan kuliah kembali, selama kami melaksanakan program kerja, bercanda tawa, dan enjoy melakukan semua tidak terasa kami sudah melewati lima bulan bersama dalam mengikuti program kampus mengajar. Semoga dengan mengikuti program ini kalian kedepannya akan sukses dan terus berproses.

Komentar

Postingan Populer